Rahasia Poles Logam agar Hasil Plating Kinclong
Kalau ada yang bertanya kepada saya, “Apa faktor paling penting supaya hasil plating bisa mengkilap dan bagus?”, banyak orang mungkin langsung menjawab kualitas chemical, jenis mesin, atau setting arus listrik. Jawaban itu memang tidak salah. Tapi setelah saya berkecimpung di dunia pelapisan logam sejak tahun 2006, justru saya sering mengatakan bahwa hasil plating yang bagus sebenarnya sudah ditentukan bahkan sebelum benda masuk ke bak plating.
Rahasianya ada pada persiapan permukaan.
Saya pernah menemui banyak kasus di mana customer mengeluh hasil chrome tidak mengkilap, nickel terlihat kusam, atau lapisan mudah mengelupas. Setelah dicek lebih dalam, ternyata masalahnya bukan pada proses plating, melainkan karena permukaan benda kerja memang belum dipersiapkan dengan baik.
Plating Tidak Bisa Menutupi Cacat Permukaan
Salah satu kesalahan yang paling sering saya temui adalah anggapan bahwa proses plating bisa menyembunyikan semua kekurangan pada permukaan logam.
Padahal kenyataannya justru sebaliknya.
Plating ibarat memberi lapisan kaca bening pada sebuah benda. Kalau permukaannya sudah halus dan mengkilap, hasil akhirnya akan terlihat bagus. Tetapi kalau permukaannya banyak goresan, pori, atau bekas amplas kasar, semua cacat itu justru akan semakin terlihat setelah dilapisi nickel atau chrome.
Saya pernah menerima part yang secara bentuk sudah bagus, tetapi masih terdapat bekas bubut dan goresan halus. Setelah diproses copper-nickel-chrome, hasilnya tetap tidak bisa seperti cermin. Akhirnya part tersebut harus dibongkar dan dipoles ulang. Pekerjaannya menjadi dua kali lipat.
Sejak saat itu saya semakin yakin bahwa kualitas plating sebenarnya dimulai dari proses polishing atau persiapan sebelum melakukan plating itu sendiri. Karena kondisi awal itu juga menentukan hasil akhirnya nanti.
Poles Adalah Seni yang Tidak Bisa Diremehkan
Dulu ketika pertama kali terjun di dunia plating, saya berpikir bahwa polishing hanyalah pekerjaan menggosok permukaan logam sampai mengkilap.
Setelah bertahun-tahun melihat para tukang poles senior bekerja, saya baru menyadari bahwa polishing adalah sebuah seni yang membutuhkan pengalaman dan feeling.
Setiap material memiliki karakter berbeda.
- Besi memiliki tekstur yang berbeda dengan stainless steel.
- Kuningan berbeda dengan zinc die casting.
- Aluminium memiliki tantangan tersendiri karena permukaannya relatif lunak.
Jenis amplas, arah pengamplasan, pilihan kain buff, sampai jenis kompon yang digunakan semuanya berpengaruh terhadap hasil akhir.
Kadang-kadang pekerjaan polishing justru memakan waktu lebih lama dibanding proses plating itu sendiri. Juga bisa dibilang seberapa bagus proses polishing sebelum plating, seperti itulah hasil atau kualitas ketika di proses plating nantinya.
Tahapan yang Biasanya Harus Perhatikan
Dalam praktik sehari-hari, beberapa hal yang selalu saya perhatikan sebelum benda masuk ke proses plating antara lain:
1. Menghilangkan Bekas Goresan dan Cacat Permukaan
Bekas bubut, bekas las, pori-pori cor, bekas stamping/cetak dan goresan harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum melakukan proses plating. Semakin halus permukaannya, semakin bagus hasil akhir plating nantinya. Jadi harus di pastikan kualitasnya dulu sebelum masuk ke tahapan proses plating yang mau dilakukan terhadap suatu benda kerja atau part tersebut.
2. Proses Amplas Bertahap
Tidak mungkin langsung menggunakan amplas halus. Biasanya dimulai dari grit yang lebih kasar kemudian naik secara bertahap menuju grit yang lebih halus agar bekas goresan sebelumnya benar-benar hilang. Kesalahan pada tahap ini sering menghasilkan garis-garis halus yang baru terlihat setelah chrome selesai. Untuk itu proses amplas menjadi sangat penting karena jika tidak memahami alur kerja atau tahapan proses amplas maka akan juga menghasilkan kualitas yang kurang bagus juga. Dan ketika melalukan amplas juga tidak boleh tergesa gesa agar kualitas tetap terjada serta jangan sampai juga karena buru buru, maka proses amplas akan merusak benda kerja, terutama dimensi dan visualnya.
3. Buffing atau Poles Kain
Pada tahap ini permukaan mulai mendapatkan kilap. Pemilihan jenis kain buff dan kompon sangat menentukan hasil akhirnya. Saya sering mengatakan bahwa proses buffing yang bagus akan memudahkan pekerjaan di proses berikutnya. Dan ada beberapa praktisi juga menggunakan compound atau batu hijau atau batu kompound yang lainnya untuk membantu proses buffing ini (jenisnya tergantung selera dan kebutuhan masing-masing) karena beda orang atau beda keperluan akan berbeda pula yang digunakan, akan tetapi tujuannya tetap sama, yaitu agar kualitas proses ini bisa lebih bagus dan sempurna.
4. Cleaning Sebelum Masuk Plating
Benda yang sudah mengkilap sekalipun belum tentu siap masuk ke bak plating. Minyak tangan, sisa kompon poles, debu, dan kotoran harus dibersihkan terlebih dahulu. Karena bisa jadi pada proses yang telah dilakukan diatas tadi misalnya seperti proses pengamplasan dan juga buffing menimbulkan debu dan juga kotoran yang menempel pada permukaan benda kerja, maka perlu dibersihkan dulu sebelum proses plating nantinya. Karena sedikit saja kontaminasi bisa menyebabkan:
- Lapisan belang.
- Daya lekat kurang baik.
- Bintik-bintik pada permukaan.
- Bahkan lapisan plating bisa mengelupas.
Tidak Selalu Harus Seperti Cermin
Tidak semua produk membutuhkan finishing mirror seperti kaca. Beberapa komponen industri hanya membutuhkan perlindungan korosi, sehingga permukaan satin atau semi bright sudah cukup.
Tetapi untuk part dekoratif seperti:
- Handle pintu.
- Aksesoris motor.
- Komponen otomotif.
- Peralatan rumah tangga.
- Ornamen furniture.
- Part-part / komponen electronik
Persiapan permukaan menjadi sangat penting karena mata manusia sangat mudah melihat cacat kecil pada permukaan yang mengkilap.
Pelajaran yang Saya Dapat Selama Menggeluti Dunia Plating
Selama sekian tahun sejak tahun 2006 bergelut di dunia pelapisan logam, saya belajar satu hal sederhana:
“Mesin plating yang mahal dan chemical terbaik sekalipun tidak akan menghasilkan lapisan yang sempurna jika permukaan dasarnya belum dipersiapkan dengan benar.”
Karena itu, ketika ada orang yang bertanya mengapa hasil plating tertentu bisa tampak seperti cermin, saya biasanya menjawab:
Kilap yang sesungguhnya tidak hanya tercipta di bak plating saja, tetapi dimulai dari proses persiapan permukaan yang teliti dan sabar.
Dan menurut saya, justru di situlah salah satu rahasia yang membedakan hasil plating biasa dengan hasil plating yang benar-benar memuaskan.
“Semoga tulisan sederhana ini dapat menjadi tambahan wawasan bagi siapa saja yang ingin mengenal dunia pelapisan logam lebih dekat.”
Fatoni
Praktisi pelapisan logam sejak 2006
duniaplating.my.id
